Sedenting Sejarah Piano
Rutinitas sehari-hari yang kita
lakukan akan membuat bosan, jenuh atau
lelah. Biasanya apa yang akan kita lakukan untuk mengusir rasa penat itu? Pasti
kita akan memanjakan diri dengan dengan kegiatan favorit yang membuat rileks
pikiran kita, salah satunya dengan bermain piano. Namun pernakah terbesit
dipikiran kita, tentang asal-usul dari alat musik yang satu ini, bagaimana,
oleh siapa dan kapan alat ini diciptakan.
Asal mula kata piano sebenarnya
berasal dari bahasa Italia, yaitu pianoforte. Piano itu sendiri dibuat oleh
Bartolomeo Cristofori pada tahun 1720-an. Awal mula piano diciptakan, suaranya
tidak sekeras piano yang dapat didengar pada abad 20-an. Pasalnya, tegangan
tuts piano kala itu tidaklah sekuat piano yang sekarang.
Saat berusia 33 tahun atau tepatnya
pada tahun 1688, Cristofori direkrut oleh Prince Ferdinando de
Medici.Ferdinando adalah
seorang pecinta musik yang merupakan pewaris Cosimo III, satu dari Grand Dukes
of Tuscany. Saat itu Tuscany merupakan kerajaan otonom kecl di Italia.
Cristofori bekerja dengan ulet dan rajin sehingga membuat Ferdinando kagum dan
senang kepadanya dan memberikan bayaran yang lebih tinggi dari yang semula
disepakati. Pada
tahun 1700, untuk pertama kalinya Cristofori membuat alat musik yang kemudia
dikenal dengan nama piano. Alat musik temuan Cristofori ini memiliki suara 4
oktaf. Seorang jurnalis bernama Scipione Maffei menggambarkan alat musik itu
sebagai gravecembalo col piano e forte, yang berarti harpsichord dengan papan
tuts lembut yang bersuara keras. Semula alat musik ini disebut sebagai
pianoforte, namun pada akhirnya lebih dikenal dengan nama piano. Cristofori meninggal
pada 27 Januari 1731 atau pada usia 76 tahun. Saat ini setidaknya
masih ada 3 piano karya Cristofori yang masih bertahan dan disimpan di berbagai
museum. Satu terdapat di Metropolitan Museum of Art, Amerika Serikat (buatan
tahun 1720), satu di Museo Strumenti Musicali, Roma, Italia (buatan tahun
1722), dan satunya lagi di Musikinstrumen-Meseum of Leipzig University, Jerman
(buatan tahun 1726).
Kini, piano pertama tersebut
dipajang di Metropolitan Museum of Art di New York. Seperti pada banyak
penemuan yang lainnya, piano ditemukan berdasarkan penemuan teknologi.
Awalnya, piano
dikembangkan dari alat musik kecapi. Perbedaannya, kecapi dimainkan dengan
dipetik. Sedangkan piano ditekan tuts-tutsnya.
Secara umum, piano termasuk ke
dalam kelompok musik instrumental. Piano memproduksi suara dari getaran papan
suara yang volumenya dapat diperkuat (dapat diatur besar kecilnya).
Secara luas, piano di dalam musik
dapat menjadi performa pada nyanyian tunggal dan sebagai pengantar nyanyian
solo. Dalam artian, piano dapat hidup dan mengiringi penyanyi tanpa bantuan
atau iringan alat musik lain. Suara yang dihasilkan piano sudah dapat mewakili
alat musik lainnya.Meskipun demikian, piano akan lebih berarti lagi didengar
dengan bantuan alat musik lain. Yang perlu ditekankan di sini, piano dapat
mengalun indah tanpa bantuan alat musik lain

Tidak ada komentar:
Posting Komentar