Senin, 07 Mei 2012

kenali alzheimer sekarang


Kenali Alzheimer  Pada Usia Dini
 Alzheimer merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif, yang mematikan sel-sel otak. Akibatnya adalah menurunnya daya ingat, melemahnya percakapan, kemampuan berpikir dan menimbang, serta perubahan kepribadian dan perilaku menjadi tidak terkendali. Alzheimer digolongkan ke dalam salah satu jenis penyakit demensia (kepikunan).
Risiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Menurutnya, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.
Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali pada tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah.

Penyakit alzheimer ditemukan Dr. Alois Alzheimer pada 1907. Nama penyakit ini mengikuti penemunya. Hasil pengamatan bedah terhadap pasiennya, Dr. Alois mendapati saraf otak bukan saja mengecut, malah dipenuhi gumpalan protein luar biasa yang disebut plak amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary).
Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein dipercaya menyebabkan perubahan kimiawi otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan saraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh. Meskipun penyakit ini telah diketahui hampir satu abad lalu, sayangnya tidak cukup populer.
Mungkin karena alzheimer tidak dapat dilihat gejalanya secara langsung, seperti halnya penyakit hipertensi, yang dapat dilihat melalui pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Penelitian klinis terbaru menunjukkan suplementasi dengan asam lemak omega-3 dapat memperlambat menurunan fungsi kognitif pada penderita alzheimer ringan.
Sayangnya, informasi mengenai penyakit ini masih rendah dan banyak orang tidak tahu sampai dipublikasikan secara terbuka oleh salah satu penderita alzheimer, yaitu mendiang Presiden Amerika Serikat ke-40, Ronald Reagan, dalam suratnya tertanggal 5 November 1994.

Gejala Alzheimer
Gejala penyakit alzheimer yang perlu diwaspadai:
1. Mengajukan pertanyaan yang sama pada satu saat secara berulang-ulang. Atau mengulangi cerita yang sama dengan katakata yang sama secara terus-menerus.
2. Lupa cara melakukan kegiatan rutin. Contohnya, lupa cara memasak, menelepon, menyalakan komputer, meletakkan barang-barang pada tempatnya, dan sebagainya.
3. Gangguan berbahasa. Contohnya, mengalami kesulitan menemukan kata yang tepat. Bila gejala tersebut berlanjut, kemampuan berbicara dan menulis juga akan terganggu.
4. Disorientasi. Contohnya, lupa saat ini hari, bulan, atau tahun berapa. Atau lupa saat ini ada di mana dan tidak tahu arah. Tak heran, pasien lansia sering tersesat karena lupa jalan pulang atau pergi dari rumah karena merasa asing.
5. Gangguan berpikir secara abstrak. Contohnya, kesulitan menghitung uang.
6. Gangguan kepribadian. Contohnya, mudah tersinggung, marah, dan curiga. Kejadian yang sering adalah pasien menuduh ada yang mengambil barangnya atau menuduh pasangannya tidak setia.
7. Gangguan dalam mengambil keputusan, sehingga menjadi tergantung pada pasangannya.

Tips Agar Alzheimer Tidak Datang
Para ilmuwan berhasil mendeteksi beberapa faktor risiko penyebab alzheimer, yakni:
• Usia lebih dari 65 tahun.
• Faktor keturunan.
• Lingkungan terkontaminasi logam berat, rokok,
   pestisida, gelombang elektromagnetik.
• Riwayat trauma kepala yang berat.
• Penggunakan sulih hormon pada wanita.

Atas risiko tersebut, para ahli menganjurkan beberapa cara untuk mencegah penyakit ini, antara lain dengan:

1. Bergaya hidup sehat
Tidak cukup dengan rutin berolahraga, Anda juga perlu mengatur dan menjaga makanan sesuai kebutuhan dan pola gizi seimbang, menghindari asap rokok, tidak mengonsumsi alkohol, mengelola stres secara baik, dan cukup istirahat.

2. Mengosumsi banyak sayur dan buah segar
Hal ini penting karena sayur dan buah segar adalah sumber antioksidan yang berfungsi untuk mengikat radikal bebas. Radikal bebas sudah diketahui secara luas dapat merusak sel-sel tubuh. Sedapat mungkin usahakan untuk mengonsumsi sayur dan buah organik karena tidak tercemar pestisida dan zat-zat kimia pengawet lainnya.

3. Menjaga kebugaran mental (mental fitness)
Cara menjaga kebugaran mental ialah dengan tetap aktif membaca, menulis, melukis, menekuni hobi, termasuk memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan agar otak tetap aktif, bergaul dalam Lingkungan yang positif, dan sebagainya.
                                     
Sumber :
Senior

Tidak ada komentar:

Posting Komentar